Langsung ke konten utama

RASA DAN JIWA YANG KEMBALI [PHOTO JOURNAL]

 No one realizes how beautiful it is to travel until he comes home and rests his head on his old, familiar pillow. – Lin Yutang

Apa yang pertama kali kamu lakukan ketika sedang mumet menjalani aktivitas harianmu?

Jawabannya mungkin akan sangat beragam, mulai dari meditasi, main games, melukis, nonton, makan, ngopi, dan masih banyak lagi. 

Kalau aku, tidur adalah aktivitas kedua yang pasti aku lakukan kalo udah mumet. Tidur itu paling nikmat banget kalo kepala lagi pusing, apalagi kalo kondisi fisik juga capek. Udah lah, paket combo terbaik untuk telentang seharian wkwkwk

Tapi selain tidur, hal yang biasanya aku lakukan adalah ritual bengong. Aku akan mencari tempat yang paling tenang dan nyaman untuk bengong. Sejauh ini kedai kopi dan taman adalah dua pilihan tempat terbaik untuk memfasilitasi kebengonganku yang haqiqiii. 

Bukit Wolobobo

Biasanya aku bakal duduk diam sambil mengamati sekitar lalu tenggelam dalam imajinasi di kepala. 

Dan akhir-akhir ini aku menambahkan satu ritual khusus ketika mendalami peran bengong, yaitu melihat foto dan video jadul yang ada di handphone ataupun laptop.

JADI INI CERITA TENTANG...

Nostalgia lewat foto bisa punya makna yang beragam. Salah satu cara untuk aku membuka mesin waktu, yaitu dengan melihat foto dan video traveling dulu. Terkadang, kumpulan pixel digital itu bisa ngasih sensasi seolah aku sedang ada di tempat itu lagi. Sensasi hidup di masa lalu. Gak baik sih, karena jadinya gak bisa menikmati masa sekarang wkwk

Biasanya setelah aku liat foto ataupun video mengenai traveling, selalu ada rasa syukur dan energi baru. Seolah ada yang bisikin, 'Santai aja, ntar juga ko bisa traveling kayak gitu lagi. Nikmati proses yang sekarang. Ko bakal sampe kesana kok'
Dan ini adalah beberapa foto favoritku. Jadi penyemangat ketika mumet.
Gunung Inerie, Ngadha.

Air Terjun Sambangan, Buleleng.

Pantai Nusadua
Lapangan STP Nusa DUa

Menuju pos 2 Gunung agung
Danau Kelimutu
Pantai Balangan
Pantai Greenbowl
Tol Bali Mandara

Kalau kamu, apa yang biasanya kamu lakukan ketika mumet?
Bagaimana perasaan yang muncul ketika ngeliat foto-video lamamu tentang traveling?
Tuliskan pengalamanmu dong

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Usia Sudah 30an dan Hidup Masih Tampak Kosong. Terus Gimana?

 Ultimately, man should not ask what the meaning of his life, but rather must recognize that it is he who asked- Viktor Frankl's Ada masa-masa di hidup kita, terutama ketika memasuki usia 30-an, ketika pertanyaan-pertanyaan besar mulai berdatangan tanpa diundang. "Apa sih sebenarnya arti hidup ini?" atau, yang paling bikin nyesek, "Kok gue belum ngapa-ngapain ya?" Jadi ini cerita tentang... Kalau kamu lagi ada di fase ini, kamu nggak sendiri. Banyak dari kita yang lagi duduk di kafe, rebahan di kamar, atau scroll medsos sambil merasa hidup ini seperti jalan panjang yang bikin capek tapi nggak tau ujungnya di mana. Sementara teman-teman lain udah posting pencapaian ini-itu, kamu masih berkutat dengan pertanyaan, "Gue ini siapa, dan gue maunya apa?" Usia 30-an itu semacam usia keramat. Udah nggak muda banget, tapi juga belum tua. Tapi entah kenapa, di usia ini, kita mulai merasa harus “punya sesuatu” yang bisa dibanggakan. Entah itu karier yang stabil, p...

CHATGPT DAN TOOLS AI LAINNYA ITU SAMPAH KALAU KAMU GAK TAU CARA PAKAINYA YANG BENAR

AI will not replace jobs, but it will change nature of work - Kai-Fu Lee   Sebagai seorang Social Media Manager, menjaga konsistensi tone of voice brand di setiap konten adalah hal yang krusial. Namun, ketika menggunakan  beragam tools AI kayak Chatgpt, Claude atau bahkan Deepseek untuk membantu pembuatan konten, sering kali hasil awalnya belum sesuai ekspektasi.  Terus...apakah ini berarti tools AI itu tidak bisa digunakan? Tentu tidak! Justru, dengan pelatihan yang tepat, beragam tools AI itu bisa menjadi alat yang sangat powerful untuk mempercepat dan menyempurnakan proses pembuatan konten. Jadi ini cerita tentang gimana caranya memaksimalkan prompting dalam pembuatan konten. 1. Jangan Langsung Menyerah! Tools AI Perlu Dilatih. Bayangkan kamu baru membeli lemari dari Ikea. Setelah berjam-jam mencoba merakitnya, ternyata hasilnya tidak sesuai harapan. Apakah kamu langsung membuangnya? Enggak, kan? Kamu akan mencoba memahami instruksinya lagi, mencari tahu di mana kesala...

Goresan di Penghujung Kelima

 A mind is like a browser. 57 tabs open. 5 of them are frozen. And I have no idea where the music is coming from. Aku Marah. Bukan ke Dunia. Tapi ke Diriku Sendiri. Akhir-akhir ini aku capek. Capek banget. Bukan karena kerjaan yang terlalu banyak. Tapi karena aku gak pernah benar-benar fokus. Semua terasa setengah-setengah. Semua terasa kabur. Setiap hari aku duduk depan laptop, niatnya kerja. Tapi yang kulakukan malah buka tab satu ke tab lain. Dari WhatsApp ke YouTube. Dari Instagram ke TikTok. Dari niat ngerjain ke... malah rebahan. Dan ini bukan cuma soal “malas”. Ini lebih dalam dari itu. Jadi ini cerita tentang aku yang bingung. Aku yang frustrasi. dan aku yang kesel. Jangan baca tulisan ini kalau energimu tinggal dikit atau kondisi hatimu sedang gak stabil. Jadi...setiap kali mau mulai sesuatu, otakku kayak ditarik ke segala arah. Gak bisa diam. Gak bisa fokus. Ada aja yang mengalihkan perhatian. Notifikasi, pikiran gak penting, rasa takut ketinggalan, rasa bersalah gak prod...