Langsung ke konten utama

DIGITALISASI DESA WISATA: KOLABORASI TEKNOLOGI DENGAN KEARIFAN LOKAL YANG BISA GO GLOBAL

Bayangkan sebuah desa yang asri, dengan pemandangan alam yang memukau dan budaya yang kental. Namun sayangnya, pengelolaannya masih seperti warung kelontong - catatan pengunjung di buku lusuh dan karcis kertas yang mudah hilang. Nah, di sinilah cerita transformasi digital desa wisata Indonesia dimulai.

Jadi ini cerita....

Digitalisasi Desa Wisata bersama Reza Permadi.
Reza Permadi, seorang pemenang SATU Indonesia Awards 2023, mempelopori digitalisasi desa wisata melalui Atourin Visitor Management System (AVMS), sebuah sistem tiket reservasi online. 
Mulanya, ide ini muncul saat ia belajar tentang Smart Tourism, yang menggabungkan teknologi dengan keberlanjutan pariwisata. AVMS diciptakan untuk mengelola pengunjung dan memudahkan akses teknologi di desa wisata, yang sebagian besar masih tertinggal dalam aspek digital.

AVMS: Game Changer buat Desa Wisata

Lewat startup-nya, Atourin, Reza ngenalin AVMS ke desa-desa wisata.
Sistemnya simple: pengelola desa bisa jualan paket wisata, atraksi, sama layanan lainnya secara online. Dan yang keren itu adalah enggak perlu modal gede! Sistem bagi hasilnya dari tiket yang kejual aja.

Masih belum kebayang? Ini beberapa manfaat AVMS:
  1. Manajemen Pengunjung yang Lebih Smart
    a. Data pengunjung tersimpan rapi, nggak kayak buku tamu yang bisa sobek atau ilang
    b. Bisa track berapa orang yang dateng tiap hari, minggu, atau bulan
    c. Gampang banget buat bikin laporan kunjungan
    d. Bisa liat pattern kunjungan: kapan rame, kapan sepi.

  2. Urusan Duit Jadi Lebih Transparan
    a. Semua pemasukan tercatat otomatis
    b. Nggak ada lagi tuh yang namanya "uang tiket nggak masuk kas"
    c. Laporan keuangan bisa diakses real-time
    d. Pembagian hasil sama guide lokal jadi lebih clear. 

  3. Ramah Lingkungan
    a. Bye-bye kertas tiket
    b. Pengunjung cukup tunjukin e-ticket di HP
    c. Menghemat ribuan lembar kertas tiap bulannya
    d. Less trash = bumi makin terjaga!

  4. Super Nyaman buat Wisatawan
    a. Bisa booking dari rumahBayar pake e-wallet atau transfer
    b. Nggak perlu antri beli tiket
    c. Info lengkap soal fasilitas dan atraksi yang ada.

Digitalisasi: Bukan Cuma Gaya-gayaan

Industri pariwisata tuh berkembang pesat banget. Dan semenjak beberapa taon yang lalu, konsep pariwisata berkelanjutan lagi hot-hotnya. Nah, AVMS ini pas banget buat ngedukung tren ini.
Gimana nggak? Pake e-ticket aja udah ngurangin sampah kertas. Duit yang harusnya buat cetak tiket bisa dipake buat benerin fasilitas desa. Smart kan?

Tapi ya gitu... digitalisasi bukan cuma masang sistem doang. SDM-nya juga mesti siap. Fasilitasnya juga harus oke - dari toilet yang bersih sampe tempat ibadah yang nyaman.

Mimpi Besar 2030: 4.500 Desa Wisata Go Digital!

Sejauh ini, udah lebih dari 100 desa wisata yang make AVMS. Prestasi yang bikin Reza dapet award di 2023. Tapi dia nggak berhenti di sini. Untuk mencapai itu semua, dia punya beragam program keren, seperi:
  1. Atourin Academy
    a. Pelatihan digital marketing buat pengelola desa
    b. Workshop manajemen destinasi wisata
    c. Mentoring langsung dari praktisi
    d. Support sistem berkelanjutan

  2. Kolaborasi sama Stakeholder
    a. Partnership sama Kemenparekraf
    b. Kerjasama sama Kampung Berseri Astra
    c. Program bareng Desa Sejahtera Astra
    d. Networking sama komunitas travel
Yang paling penting, AVMS bikin pengalaman wisata jadi lebih efisien, ramah lingkungan, dan tetep ngejaga budaya lokal. Ini bukan cuma soal modernisasi, tapi juga soal gimana kita bisa bikin pariwisata Indonesia makin kuat dan berkelanjutan.

Referensi:

https://www.radioidola.com/2023/reza-permadi-perintis-digitalisasi-desa-wisata-peraih-satu-indonesia-awards-2023/
https://kemenparekraf.go.id/ragam-pariwisata/Anugerah-Desa-Wisata-Indonesia
https://www.rri.co.id/index.php/daerah/1024626/talkshow-local-media-summit-2024-begini-cerita-reza-permadi-pemenang-satu-indonesia-award-astra-2023
https://radarbogor.jawapos.com/bogor/amp/2475161418/kisah-inspiratif-pemenang-satu-indonesia-award-di-forum-diskusi-local-media-summit-2024

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan di Penghujung Kelima

 A mind is like a browser. 57 tabs open. 5 of them are frozen. And I have no idea where the music is coming from. Aku Marah. Bukan ke Dunia. Tapi ke Diriku Sendiri. Akhir-akhir ini aku capek. Capek banget. Bukan karena kerjaan yang terlalu banyak. Tapi karena aku gak pernah benar-benar fokus. Semua terasa setengah-setengah. Semua terasa kabur. Setiap hari aku duduk depan laptop, niatnya kerja. Tapi yang kulakukan malah buka tab satu ke tab lain. Dari WhatsApp ke YouTube. Dari Instagram ke TikTok. Dari niat ngerjain ke... malah rebahan. Dan ini bukan cuma soal “malas”. Ini lebih dalam dari itu. Jadi ini cerita tentang aku yang bingung. Aku yang frustrasi. dan aku yang kesel. Jangan baca tulisan ini kalau energimu tinggal dikit atau kondisi hatimu sedang gak stabil. Jadi...setiap kali mau mulai sesuatu, otakku kayak ditarik ke segala arah. Gak bisa diam. Gak bisa fokus. Ada aja yang mengalihkan perhatian. Notifikasi, pikiran gak penting, rasa takut ketinggalan, rasa bersalah gak prod...

CHATGPT DAN TOOLS AI LAINNYA ITU SAMPAH KALAU KAMU GAK TAU CARA PAKAINYA YANG BENAR

AI will not replace jobs, but it will change nature of work - Kai-Fu Lee   Sebagai seorang Social Media Manager, menjaga konsistensi tone of voice brand di setiap konten adalah hal yang krusial. Namun, ketika menggunakan  beragam tools AI kayak Chatgpt, Claude atau bahkan Deepseek untuk membantu pembuatan konten, sering kali hasil awalnya belum sesuai ekspektasi.  Terus...apakah ini berarti tools AI itu tidak bisa digunakan? Tentu tidak! Justru, dengan pelatihan yang tepat, beragam tools AI itu bisa menjadi alat yang sangat powerful untuk mempercepat dan menyempurnakan proses pembuatan konten. Jadi ini cerita tentang gimana caranya memaksimalkan prompting dalam pembuatan konten. 1. Jangan Langsung Menyerah! Tools AI Perlu Dilatih. Bayangkan kamu baru membeli lemari dari Ikea. Setelah berjam-jam mencoba merakitnya, ternyata hasilnya tidak sesuai harapan. Apakah kamu langsung membuangnya? Enggak, kan? Kamu akan mencoba memahami instruksinya lagi, mencari tahu di mana kesala...

Usia Sudah 30an dan Hidup Masih Tampak Kosong. Terus Gimana?

 Ultimately, man should not ask what the meaning of his life, but rather must recognize that it is he who asked- Viktor Frankl's Ada masa-masa di hidup kita, terutama ketika memasuki usia 30-an, ketika pertanyaan-pertanyaan besar mulai berdatangan tanpa diundang. "Apa sih sebenarnya arti hidup ini?" atau, yang paling bikin nyesek, "Kok gue belum ngapa-ngapain ya?" Jadi ini cerita tentang... Kalau kamu lagi ada di fase ini, kamu nggak sendiri. Banyak dari kita yang lagi duduk di kafe, rebahan di kamar, atau scroll medsos sambil merasa hidup ini seperti jalan panjang yang bikin capek tapi nggak tau ujungnya di mana. Sementara teman-teman lain udah posting pencapaian ini-itu, kamu masih berkutat dengan pertanyaan, "Gue ini siapa, dan gue maunya apa?" Usia 30-an itu semacam usia keramat. Udah nggak muda banget, tapi juga belum tua. Tapi entah kenapa, di usia ini, kita mulai merasa harus “punya sesuatu” yang bisa dibanggakan. Entah itu karier yang stabil, p...