Langsung ke konten utama

CHATGPT LEWAT! Inilah DeepSeek. Pendatang Baru Dari Tiongkok Yang Ramai Dibicarakan Akhir-Akhir Ini.

 Technology is teaching us to be human again - Simon Mainwaring

Bayangkan punya asisten pribadi yang bisa menjawab pertanyaan rumit dalam hitungan detik, membantu menganalisis data, atau bahkan merangkum dokumen panjang hanya dengan satu perintah. Itulah DeepSeek—tools canggih berbasis AI yang dirancang untuk memudahkan pekerjaan, riset, atau sekadar memuaskan rasa penasaran. Tapi apa sebenarnya yang membedakannya dari tools sejenis? Bagaimana cara memaksimalkan fiturnya?

JADI INI CERITA TENTANG...

Sebuah produk teknologi dari Tiongkok yang sedang ramai dibicarakan oleh pebisnis dan pegiat teknologi.
Sebuah teknologi yang buat Nvidia sempat merugi 600 miliar dollar. Dan ini adalah pembahasan singkat mengenai deepseek, sebuah produk yang dibuat jauh lebih murah dibandingan Open AI.

3 Hal yang Perlu Diketahui tentang DeepSeek
Bukan Hanya Mesin Pencari Biasa
DeepSeek tidak sekadar mencari kata kunci, tapi memahami konteks pertanyaan. Misalnya, jika kamu tanya, “Apa penyebab inflasi di Indonesia 2023?”, ia akan memberikan analisis berbasis data terbaru, bukan sekadar daftar artikel.

Dibangun untuk Efisiensi
Tools ini dirancang untuk menghemat waktu. Dari merangkum laporan bisnis hingga membantu menulis kode pemrograman, DeepSeek bisa menangani tugas-tugas kompleks dengan cepat.

Terus Belajar
Sistem AI-nya terus diperbarui dengan data dan pola terbaru. Artinya, semakin sering digunakan, hasil yang diberikan bisa semakin relevan dengan kebutuhanmu.
Apa yang Membuat DeepSeek Berbeda?

Kedalaman Analisis
Jika tools lain hanya memberi jawaban permukaan, DeepSeek mampu menggali data dari sumber beragam (akademik, berita, database publik) lalu menyajikannya dalam bentuk grafik, poin-poin, atau rekomendasi tindakan.

Kustomisasi Tinggi
Kamu bisa atur tingkat detail jawaban. Mau penjelasan singkat untuk presentasi dadakan? Atau analisis mendalam untuk laporan akhir? Tinggal tambahkan instruksi seperti “Jelaskan dalam 3 poin” atau “Berikan contoh studi kasus”.

Ramah untuk Pemula
Tidak perlu punya latar belakang teknis. Cukup ketik pertanyaan layaknya bertanya ke teman, dan DeepSeek akan mengolahnya menjadi jawaban terstruktur.

Cara Menggunakan DeepSeek dengan Maksimal
Mulai dengan Pertanyaan Spesifik
Semakin jelas pertanyaan, semakin akurat jawabannya. Contoh:
Kurang optimal: “Apa tips bisnis?”
Optimal: “Apa 5 strategi meningkatkan penjualan online untuk UMKM di bidang fashion?”

Manfaatkan Fitur Filter
Gunakan filter seperti tahun, sumber data, atau jenis konten (misal: “Berikan data inflasi Indonesia 2020-2023 dari sumber BPS”).


Ajukan Pertanyaan Lanjutan
Jangan ragu meminta DeepSeek memperdalam topik. Contoh:
“Bisa jelaskan poin kedua lebih detail?” atau “Apa perbedaan pendapat ahli tentang ini?”

Pro Tips & Hack yang Jarang Diketahui
Gunakan Keyword “Analisis Banding”
Contoh: “Bandingkan kelebihan dan kekurangan solar panel vs energi angin untuk skala rumah tangga”. DeepSeek akan membuat tabel perbandingan otomatis.

Simpan Riwayat Pencarian
Buat folder khusus untuk menyimpan jawaban penting. Ini berguna jika kamu perlu mereview informasi atau melanjutkan analisis di lain waktu.

Integrasikan dengan Tools Lain
Salin hasil analisis DeepSeek langsung ke aplikasi seperti Excel, Google Docs, atau Canva untuk mempercepat penyusunan laporan atau presentasi.

Eksperimen dengan Role-Playing
Coba instruksi seperti: “Berikan jawaban seolah-olah kamu seorang ahli pemasaran digital” atau “Jelaskan konsep ini seperti ke anak SMA”. Hasilnya bisa mengejutkan! Mulai Eksplorasi!

DeepSeek ibarat pisau Swiss Army di dunia digital—bisa dipakai untuk banyak hal, asalkan tahu triknya. Jangan takut mencoba pertanyaan aneh atau kompleks. Semakin sering digunakan, semakin kamu akan terbantu oleh kecerdasan dan kecepatannya.

P.S.: Kalau masih bingung, coba mulai dengan pertanyaan: “DeepSeek, apa yang bisa kamu bantu hari ini?” 😉

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan di Penghujung Kelima

 A mind is like a browser. 57 tabs open. 5 of them are frozen. And I have no idea where the music is coming from. Aku Marah. Bukan ke Dunia. Tapi ke Diriku Sendiri. Akhir-akhir ini aku capek. Capek banget. Bukan karena kerjaan yang terlalu banyak. Tapi karena aku gak pernah benar-benar fokus. Semua terasa setengah-setengah. Semua terasa kabur. Setiap hari aku duduk depan laptop, niatnya kerja. Tapi yang kulakukan malah buka tab satu ke tab lain. Dari WhatsApp ke YouTube. Dari Instagram ke TikTok. Dari niat ngerjain ke... malah rebahan. Dan ini bukan cuma soal “malas”. Ini lebih dalam dari itu. Jadi ini cerita tentang aku yang bingung. Aku yang frustrasi. dan aku yang kesel. Jangan baca tulisan ini kalau energimu tinggal dikit atau kondisi hatimu sedang gak stabil. Jadi...setiap kali mau mulai sesuatu, otakku kayak ditarik ke segala arah. Gak bisa diam. Gak bisa fokus. Ada aja yang mengalihkan perhatian. Notifikasi, pikiran gak penting, rasa takut ketinggalan, rasa bersalah gak prod...

Pikirkan; Apa Hal Yang Benar-Benar Berharga Jika Semua Diambil Darimu?

Hula.... kita sudah di pertengahan tahun 2024. Bagaimana dengan Goalsmu? Apakah kamu masih ingat resolusi tahun 2024-mu? Sudah berapa banyak tujuan yang tercapai hingga hari ini? 1? 2? 4? atau malah NOL BESAR?  Dan hayoo jujur, kapan nih terakhir kali kamu membuka rencana dan resolusi 2024 yang udah kamu susun di awal tahun kemarin?  Menurut survei dari University of Scranton, hanya 8% orang yang berhasil mencapai resolusi yang mereka tetapkan. Artinya, ada 92% orang yang gagal. Jadi, ketika kamu gagal mencapai tujuanmu, kamu tidak sendirian, ada 92% lainnya bersamamu. Jangan sedih. LOL. JADI INI CERITA TENTANG... Pengalamanku yang gagal menentukan apa yang benar-benar penting untuk hidup. Sebelum menuliskan reolusi tahun ini, aku udah baca buku dan nonton puluhan video di Youtube tentang bagaimana membuat Goals yang 'benar'. Aku catat poin pentingnya. Aku sesuaikan dengan kebiasaan dan kebutuhanku. Dan mulai aku rumuskan satu per satu. Ada 8 areal hidup di tahun ini yang jadi...

CHATGPT DAN TOOLS AI LAINNYA ITU SAMPAH KALAU KAMU GAK TAU CARA PAKAINYA YANG BENAR

AI will not replace jobs, but it will change nature of work - Kai-Fu Lee   Sebagai seorang Social Media Manager, menjaga konsistensi tone of voice brand di setiap konten adalah hal yang krusial. Namun, ketika menggunakan  beragam tools AI kayak Chatgpt, Claude atau bahkan Deepseek untuk membantu pembuatan konten, sering kali hasil awalnya belum sesuai ekspektasi.  Terus...apakah ini berarti tools AI itu tidak bisa digunakan? Tentu tidak! Justru, dengan pelatihan yang tepat, beragam tools AI itu bisa menjadi alat yang sangat powerful untuk mempercepat dan menyempurnakan proses pembuatan konten. Jadi ini cerita tentang gimana caranya memaksimalkan prompting dalam pembuatan konten. 1. Jangan Langsung Menyerah! Tools AI Perlu Dilatih. Bayangkan kamu baru membeli lemari dari Ikea. Setelah berjam-jam mencoba merakitnya, ternyata hasilnya tidak sesuai harapan. Apakah kamu langsung membuangnya? Enggak, kan? Kamu akan mencoba memahami instruksinya lagi, mencari tahu di mana kesala...